Ibarat rumput di belakang rumah yang tumbuh lebat di musim hujan. Begitulah kalimat perumpamaan yang bisa menggambarkan perkembangan teknologi masa kini. Komputer yang dulunya sebesar rumah kini bisa masuk dalam saku celana. Kini tiba saatnya makhluk–makhluk tanpa sayap bisa terbang. Kita bisa membeku tanpa harus melakukan perjalanan ke kutub utara. Semua itu disebabkan oleh betapa pesatnya revolusi teknologi dunia.
Karena hal itulah semua lapisan masyarakat dituntut untuk menguasai Information and Communication Technology (ICT). Dengan harapan mampu mengejar ketinggalan dengan negara–negara maju atau bahkan mampu berlari lebih cepat dari mereka. Tinggi rendahnya status penggunaan ICT inilah yang kelak menentukan bagaimana kualitas orang–orang di dalamnya.
Peran besar ICT mulai nampak di berbagai aspek kehidupan. Baik di bidang sosial ekonomi, politik, budaya, hankam serta di bidang pendidikan. Begitu mudahnya transaksi pembayaran via internet, pengorganisasian file data, dan monitoring data di dunia pasar modal-saham. Di bidang lainnya, seperti konsolidasi parpol melalui dunia maya, persekutuan pertahanan keamanan baik regional maupun dunia serta pembelajaran jarak jauh melalui dunia cyber.
Dunia pendidikan pun mulai menggunakan teknologi ini dengan tujuan memudahkan proses belajar mengajar. Dengan ICT pembelajaran dapat dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Hal ini dinilai efektivitas penyerapan ilmu serta efisiensi waktu lebih besar dibandingkan belajar hanya melalui pembelajaran tatap muka. Kenaikan kualitas sumber daya manusia (dari sisi akademis) tentu akan meningkat karena teknologi ini mewajibkan kita untuk share pengetahuan dengan orang lain di seluruh dunia. Sehingga lebih mudah untuk belajar dari negara–negara lain yang telah maju.
Keberadaan ICT di dunia pendidikan membawa pengaruh yang besar dan selalu dinamis seiring dengan perkembangan teknologi pada umumnya. Peranannya yang paling menonjol yaitu tentang kemudahan serta kecepatan dalam transfer informasi. Berita apapun yang ada di dunia dapat diketahui pada detik itu juga. Selain itu segala macam buku referensi pembelajaran mulai dari bahasa lokal hingga bahasa asing pun dapat kita dapatkan dengan cepat. Keberadaan ICT di dunia pendidikan inilah yang diharapkan mampu menjadi bekal perjuangan menghadapi suatu era dunia tanpa batas.
Pantaslah era globalisasi disebutn disebut tanpa batas. Di era inilah seluruh negara di dunia terkoneksi dalam jaringan informasi tercepat. Globalisasi yang selalu identik dengan ketiadaan aturan, kemerdekaan absolut, dan sistem ekonomi liberal menuntut setiap bangsa menyediakan sumber daya–sumber daya yang mumpuni untuk bersaing di dunia baru ini, jika tidak mau menjadi negara yang terbelakang.
Kata–kata inilah yang mendorong revolusi ICT besar–besaran di dunia pendidikan. Dengan sengaja setiap institusi pendidikan membekali anak didiknya dengan ICT agar tumbuh sumber daya–sumber daya manusia yang berkualitas yang siap diterjunkan di era dunia tanpa batas, era globalisasi.
Era globalisasi merupakan titik terang perkembangan pendidikan Indonesia, kini institusi pendidikan Indonesia terstandarisasi dengan pendidikan negara lain. Dengan kata lain kualitas pendidikan di Indonesia meningkat bahkan tidak kalah kualitas dengan negara–negara tetangga. Di samping itu, era globalisasi merupakan tantangan bagi kita untuk selalu bergerak maju membangun kualitas pendidikan Indonesia yang berkepribadian.
Tantangan inilah yang perlu diwaspadai, betapa mudahnya accesibilitas informasi dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan yang berdampak lebih parah dari kondisi saat ini. Dampak negatif globalisasi akan lebih banyak terserap daripada dampak positifnya apabila sumber daya manusianya tidak berkualitas yang memunculkan tindak kriminalitas di dunia maya (cyber crime), penyalahgunaan informasi, serta aksi negatif lainnya menjadi semakin merebak.
Information and Communication Technology (ICT) yang diberikan pada setiap anak didik diharapkan mampu membuahkan sumber daya yang berkualitas serta mampu menjadi modal yang besar untuk bangkit dan beranjak dari satus negara berkembang menjadi negara maju. Indonesia merupakan bangsa yang besar, kaya sumber daya alam dan harus diimbangi dengan kekayaan sumber daya manusia yang berkualitas. Tunggulah hingga hujan turun deras di bumi Indonesia, di situlah akan tumbuh segala macam tumbuhan yang paling berharga di dunia. Yang jadi pertanyaan adalah sudah siapkah kita “insan pendidikan Indonesia” membangun negara kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar